www.rekamfakta.id – Setiap tahun, berbagai ajang diperuntukkan bagi pengembangan seni dan budaya di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH), sebuah kompetisi yang menampilkan bakat luar biasa dalam permainan angklung.
Event ini tidak hanya mengundang peserta dari berbagai kalangan, tetapi juga menjadikan angklung sebagai alat musik yang dapat menghubungkan generasi. Kreativitas dan kemeriahan perlombaan ini menunjukkan bahwa budaya dapat terus hidup dan relevan di era modern.
PASH digelar dengan tujuan untuk mengangkat keberadaan angklung di tengah masyarakat yang mulai beralih ke musik modern. Event ini menjadi sarana bagi para pecinta seni untuk berkompetisi sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Kali ini, harta budaya tersebut menjadi sorotan ketika Merrywati Peruba, nenek berusia 83 tahun, menunjukkan kemampuan luar biasa di atas panggung. Bersama kelompok Gita Pundarika NSI, ia berlaga melawan lebih dari 1.700 peserta di kategori umum.
Merrywati telah aktif bermain angklung selama lebih dari empat dekade. Penampilannya bersama tim, yang membawakan lagu Donau Wellen, berhasil menarik perhatian dewan juri dan membuat kelompoknya meraih juara pertama.
Setelah sukses dalam kompetisi, Merrywati berbagi pandangannya tentang angklung. Ia percaya bahwa bermain angklung tidak hanya meningkatkan daya ingat, tetapi juga memberikan rasa kebahagiaan melalui kerjasama dan harmoni.
Kompetisi Menarik di Tengah Keberagaman Peserta
Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) ini menjadi ajang yang tidak hanya menampilkan kemampuan individu tetapi juga semangat kolaborasi. Dengan ribuan peserta dari 21 kabupaten/kota, variasi penampilan semakin kaya.
Di akhir kompetisi yang diadakan pada Kamis (5/2), sejumlah kategori lainnya juga diperebutkan. Tiga kategori berbeda diperkenankan, yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Keberadaan kategori ini menunjukkan upaya untuk melibatkan generasi muda dalam melestarikan budaya. Dengan memberikan wadah kepada mereka, PASH berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan seni angklung di masa mendatang.
Peserta dari setiap kategori berhasil menyisihkan pesaing lainnya dan meraih prestasi. Ini menunjukkan bahwa antusiasme terhadap budaya angklung tetap kuat di kalangan generasi muda.
Inovasi dalam Pemain Angklung Modern
Selain penjurian yang ketat, variasi teknik permainan dan aransemen menjadi penilaian utama. Hal ini membuktikan bahwa angklung tak sekadar alat musik tradisional, tetapi juga dapat bersinergi dengan genre musik lainnya.
Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM, menekankan pentingnya inovasi dalam permainan angklung. Dengan berbagai genre, angklung menjadi lebih adaptable dan menarik bagi khalayak luas.
Peserta diajak untuk memadukan angklung dengan elemen modern dalam penampilan mereka. Hal ini menarik perhatian dan menjadi nilai tambah di mata juri, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri dalam kompetisi ini.
Inovasi tersebut juga menjadi modal penting untuk menjaga relevansi angklung di antara generasi muda. Dengan pendekatan kreatif, angklung dapat menjadi lebih dari sekadar warisan budaya, tetapi juga bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Program Pendidikan dan Pelatihan dalam Ajang PASH
Kegiatan PASH tidak hanya berhenti pada kompetisi semata, tetapi juga dilengkapi dengan program pendidikan. Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI) digelar untuk memberi pembekalan tentang seni angklung dan teknik vokal.
Program ini hadir dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam bermain angklung. Pembekalan tentang digitalisasi musik tradisional juga menjadi bagian penting dari program ini.
Peserta diharapkan bisa mempelajari cara pembuatan konten kreatif di platform media sosial. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi dan mempromosikan budaya angklung secara lebih luas.
Elsa, salah satu guru dari SDN Sunter Agung, menyampaikan bahwa ajang ini memberi dampak positif bagi peserta. Mendapat banyak ilmu dan kesempatan untuk berjejaring menjadi pengalaman tak terlupakan.
Dengan kehadiran program ini, AHM berharap angklung dapat terus hidup di hati masyarakat. Selain mengasah kreativitas, mereka juga diharapkan membawa semangat kolaborasi dan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.


