www.rekamfakta.id – Karangasem— Pencarian yang dramatis selama tujuh hari di Karangasem berakhir dengan penemuan yang menyedihkan. Ni Wayan Retu, seorang nenek berusia 75 tahun, dilaporkan hilang pada tanggal 7 November 2025 setelah pergi ke kebun di Desa Datah, Kecamatan Abang, bersama dua ekor sapi ternaknya. Keluarga mulai merasa khawatir ketika mereka menemukan rumah yang kosong saat hendak mengantarkan makanan, menandakan sesuatu yang tidak biasa terjadi.
Pencarian pun segera dilaksanakan secara intensif oleh tim SAR gabungan, yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk keluarga, masyarakat, dan aparat keamanan. Usaha pencarian ini menjadi momen penuh harapan dan harapan, meskipun situasi yang dialami keluarga sangat menegangkan dan penuh ketidakpastian.
Titik terang dalam pencarian muncul ketika kedua sapi milik Retu ditemukan. Tim SAR segera memfokuskan pencarian di sekitar lokasi penemuan sapi tersebut, berharap akan menemukan petunjuk lebih lanjut mengenai keberadaan nenek itu.
Rincian Pencarian yang Menegangkan di Karangasem
Kegiatan pencarian dimulai dengan metode penyisiran menyeluruh di area sekitar. Tim SAR mulai menyusuri jurang-jurang yang ada, mengidentifikasi potensi lokasi di mana korban mungkin jatuh. Dalam pencarian ini, sisa-sisa jejak atau petunjuk apapun sangat berarti untuk menentukan arah pencarian.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan, Ngurah Eka Wiadnyana, mencatat bahwa saat mereka mendekati lokasi penemuan sapi, tim mulai mencium bau amis yang sangat menyengat. Bau ini memicu insting intuisi tim untuk menyelidiki lebih dalam ke area jurang, di mana mereka berharap bisa menemukan Retu.
Pencarian terpaksa dihentikan sementara ketika hujan deras melanda, mengakibatkan kondisi jalur menjadi licin dan berbahaya untuk dilalui. Setelah cuaca membaik, tim kembali melanjutkan pencarian dengan metode penurunan untuk memastikan tidak ada tempat yang terlewatkan.
Detik-Detik Penemuan Jenazah yang Tragis
Pada penurunan ketiga, tim akhirnya menemukan jenazah Ni Wayan Retu di kedalaman 30 meter dari lokasi penyisiran. Kabar duka ini diterima dengan hati yang berat oleh keluarga dan tim yang terlibat dalam pencarian. Proses evakuasi jenazah berjalan dengan khidmat, mengingat rasa kehilangan yang dialami keluarga.
Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 15.00 Wita, saat jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke atas. Setelah itu, jenazah Retu dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kabupaten Karangasem untuk keperluan selanjutnya. Momen ini menjadi titik puncak dari pencarian yang melelahkan, namun sekaligus membuka lembaran baru bagi keluarga yang harus menghadapi kenyataan pahit.
Tim SAR melaksanakan tugas mereka dengan profesionalisme tinggi dalam kondisi yang tidak mudah. Keberhasilan penemuan ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama yang solid di antara semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian ini, termasuk masyarakat lokal yang turut memberikan dukungan moral dan fisik.
Menyaksikan Gelombang Duka dan Solidaritas di Masyarakat
Tragedi ini bukan hanya menggugah rasa duka bagi keluarga, tetapi juga meningkatkan solidaritas di tengah masyarakat. Banyak orang yang datang untuk memberikan dukungan, baik berupa doa maupun kehadiran fisik dalam proses pencarian. Masyarakat setempat memberi contoh luar biasa tentang betapa pentingnya kerjasama dalam menghadapi kesulitan bersama.
Berita tentang pencarian Ni Wayan Retu menyebar dengan cepat, menggerakkan hati dan perhatian banyak orang. Rasa empati terhadap keluarga korban mengalir deras, menciptakan perasaan persatuan di antara mereka yang terlibat. Setiap orang seolah merasakan beban yang sama saat berjuang untuk menemukan nenek tersebut.
Operasi SAR menjadi ajang penghormatan bagi para relawan yang terlibat, menciptakan jalinan keakraban dan rasa kebersamaan yang kuat. Selain itu, masyarakat juga belajar banyak dari pengalaman ini, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan saat berada di luar rumah, khususnya di area yang berisiko tinggi.


