www.rekamfakta.id – Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Dana Keistimewaan (Danais) bukanlah sekadar alokasi anggaran. Ia menjelaskan bahwa Danais merupakan amanat dari Undang-Undang Keistimewaan yang harus dipatuhi dan dihormati oleh semua pihak.
Menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan mengurangi Danais untuk wilayah DIY di masa mendatang, Sri Sultan menekankan pentingnya memahami konteks dan sejarah di balik alokasi ini. Danais yang tahun 2024 mencapai Rp1,2 triliun direncanakan akan menurun drastis ke Rp1 triliun pada 2025 dan Rp500 miliar pada 2026.
Sri Sultan mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan melakukan lobi kepada pemerintah pusat untuk mempertahankan atau bahkan menambah alokasi Danais. Ia mencemaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi mengaitkan Danais dengan pengorbanan finansial yang telah dilakukan oleh pendahulunya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang sangat berkontribusi terhadap kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya tidak mau dalam pengertian politik, Dana Keistimewaan itu dipersamakan pada waktu almarhum Sri Sultan HB IX membantu membiayai Republik. Jangan sampai. Almarhum dulu membantu itu ikhlas, bukan untuk dikompensasi,” katanya dengan tegas di Kompleks Kepatihan.
Menurutnya, pengorbanan yang dilakukan oleh HB IX untuk negara merupakan suatu tindakan tulus tanpa niatan untuk dicatat dan diklaim di kemudian hari. Ia membantu negara secara penuh, termasuk menyumbangkan dana pribadi Keraton demi keberlangsungan pemerintahan yang baru dibangun.
Dalam banyak kesempatan, Sri Sultan menjelaskan bahwa HB IX telah memberikan dukungan finansial kepada negara untuk berbagai keperluan, termasuk pembayaran gaji presiden, operasional TNI, dan perjalanan delegasi ke luar negeri. Menariknya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah memberikan 6,5 juta gulden kepada kas negara, sebuah tindakan yang membuat Presiden Soekarno menitikkan air mata.
“Beliau tidak pernah mencatat berapa banyak uang yang dikeluarkan, karena semua ini bagian dari perjuangan untuk bangsa,” lanjutnya dengan penuh rasa hormat terhadap almarhum.
Meskipun Sri Sultan menyayangkan adanya pengurangan Danais yang direncanakan, dia memberikan pengertian untuk menyesuaikan program-program yang ada sesuai dengan ketersediaan anggaran. Dia juga menyadari bahwa kondisi ekonomi nasional masih dalam proses pemulihan yang tidak bisa dihindari.
“Kalau dikurangi itu karena Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri sudah menghitung perubahan yang ada, jadi kita sesuaikan,” jelasnya dengan sabar, menunjukkan sikap pragmatis yang diambil oleh pemerintah daerah.
Ia merasakan bahwa meskipun ada penurunan dana, hal ini tidak menghalangi niat baik untuk terus memajukan DIY. Sri Sultan menegaskan bahwa tidak akan melarang DPR atau DPRD DIY jika ingin melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat terkait pemangkasan Danais.
Pentingnya Memahami Sejarah Dana Keistimewaan untuk Yogyakarta
Memahami konteks sejarah di balik Dana Keistimewaan adalah hal yang sangat penting. Danais bukan hanya sekadar angka dalam anggaran, tetapi memperlihatkan hubungan yang kuat antara sejarah Yogyakarta dan pemangku kepentingan dalam meraih keistimewaan ini.
Dari zaman dulu, Yogyakarta telah memiliki identitas yang unik yang datang dari sejarah panjang dan peran penting Keraton. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan budaya dan tradisi Yogyakarta sangat berperan dalam penetapan Danais.
Keraton Yogyakarta sebagai simbol budaya memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan dan tradisi tersebut, yang tercermin dalam pengelolaan Danais. Melalui pengaturan dana ini, Yogyakarta dapat terus merawat kearifan lokal yang telah ada sejak lama.
Hal ini juga penting untuk dipahami oleh generasi muda yang harus mengenali kekayaan budaya mereka. Dengan memahami sejarah, mereka dapat lebih menghargai upaya yang telah dilakukan para pendahulu dalam menjaga eksistensi Yogyakarta.
Oleh karena itu, meminimalkan pengetahuan tentang sejarah dapat mengakibatkan hilangnya esensi dari Danais yang sejatinya melindungi nilai-nilai luhur dalam budaya Yogyakarta.
Strategi Yogyakarta dalam Menghadapi Penurunan Dana Keistimewaan
Dalam menghadapi rencana pengurangan Dana Keistimewaan, Yogyakarta harus mampu merancang strategi yang lebih efisien. Pengelolaan dana yang baik sangat penting agar setiap rupiah dapat digunakan seoptimal mungkin.
Strategi pengurangan anggaran harus diimbangi dengan inovasi dan kreativitas. Pemprov DIY perlu menggali potensi lokal yang dapat meningkatkan pendapatan dari sumber selain Danais.
Pengembangan sektor pariwisata masih menjadi salah satu harapan. Dengan mempromosikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang menarik, diharapkan dapat mendatangkan pemasukan yang signifikan bagi daerah.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, baik secara domestik maupun internasional. Hal ini dapat membuka peluang untuk investasi yang lebih besar sejak dini.
Keterlibatan masyarakat dalam berbagai program juga menjadi faktor penting untuk mencapai tujuan ini. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program akan meningkatkan rasa memiliki terhadap kebijakan yang diambil.
Harapan di Masa Depan untuk Dana Keistimewaan Yogyakarta
Sri Sultan mengungkapkan harapannya agar Dana Keistimewaan dapat kembali meningkat seiring dengan membaiknya kondisi fiskal negara. Menurutnya, adanya jaminan hukum melalui undang-undang akan memberikan kepastian bagi alokasi Danais di masa depan.
Optimisme ini perlu didukung oleh semua pihak yang terlibat dalam pemerintahan Yogyakarta. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga sangat penting untuk realisasi harapan ini.
Melihat tren yang ada, harapan untuk pertumbuhan dan peningkatan Danais tidak boleh pudar. Justru, hal ini harus menjadi motivasi bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras dalam memberikan yang terbaik bagi Yogyakarta.
Ketidakpastian yang ada seharusnya dijadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan anggaran. Kesadaran akan pentingnya menjaga keistimewaan Yogyakarta sebagai bagian dari NKRI harus terus ditanamkan.
Dengan semangat kebersamaan, diyakini Yogyakarta akan terus berjalan di jalur yang benar dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang telah ditetapkan. Harapan ini tentunya mencerminkan semangat perjuangan yang terus menyala dalam setiap langkah maju Yogyakarta. ***