• Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Senin, 22 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
Rekamfakta.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Baliraya
  • Iptek
  • Otomotif
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Baliraya
  • Iptek
  • Otomotif
No Result
View All Result
Rekamfakta.id
No Result
View All Result

Bukti Nyata di Gedongkiwo Warga Bangun TPST Sendiri untuk Bebas Sampah Kota

Bukti Nyata di Gedongkiwo Warga Bangun TPST Sendiri untuk Bebas Sampah Kota

BacaJuga

JJLS dan Tol Jogja Berlanjut, DPRD Soroti Monyet Ekor Panjang

JJLS dan Tol Jogja Berlanjut, DPRD Soroti Monyet Ekor Panjang

Peresmian Jembatan Kabanaran: Mahakarya Inovasi Konstruksi dan Pemberdayaan Lokal di DIY

Peresmian Jembatan Kabanaran: Mahakarya Inovasi Konstruksi dan Pemberdayaan Lokal di DIY

www.rekamfakta.id – Yogyakarta – Pengelolaan sampah menjadi isu penting di berbagai daerah, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Khususnya, rencana penutupan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan pada tahun 2026 menjadi sorotan, namun Kelurahan Gedongkiwo di Kota Yogyakarta tidak surut semangatnya.

Kelurahan ini sedang mempersiapkan proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis kelurahan yang diharapkan bisa beroperasi pada tahun 2025. Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan menunjukkan bahwa komunitas di Gedongkiwo sangat peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Tindakan proaktif seperti ini patut dicontoh, terutama dengan adanya program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS) yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengolahan sampah secara mandiri. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, melakukan kunjungan untuk memantau langsung praktik dalam rangka memastikan kesuksesan program ini.

Selama kunjungan, Aman melihat bagaimana warga Gedongkiwo melaksanakan pemilahan sampah rumah tangga dengan sangat baik. Salah satu indikator keberhasilan terlihat dari pengelolaan 23 biopori jumbo yang diurus secara swadaya oleh masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Gedongkiwo. Ini sebuah ungkapan nyata bahwa gerakan MAS JOS bukan hanya sekadar slogan, tetapi telah diimplementasikan secara disiplin,” terang Aman dalam penilaian positifnya.

Dia menegaskan, komitmen dan kesadaran warganya menjadi sesuatu yang signifikan dalam mewujudkan pengolahan sampah mandiri yang berkelanjutan. Ia berharap seluruh wilayah di Kota Yogyakarta bisa menjadikan contoh ini sebagai inspirasi untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Pengolahan sampah mandiri adalah kunci untuk mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi tantangan khusus bagi kota ini,” ungkap Sekda Aman dengan penuh semangat.

Inisiatif Pengolahan Sampah Mandiri oleh Warga Gedongkiwo

Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Narotama, yang juga mendampingi kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa sistem pemilahan sampah di Gedongkiwo sudah terstruktur dan canggih. Warga telah menerapkan pemilahan ke dalam tiga kategori: organik, anorganik, dan residu.

Bahkan dalam kategori organik, mereka menunjukkan kedisiplinan luar biasa dengan memisahkan sampah organik basah mentah dan matang. Ini merupakan langkah yang tidak semua daerah menerapkannya karena membutuhkan disiplin tinggi dari masyarakat.

“Masyarakat sudah terbiasa memisahkan berbagai jenis sampah dengan baik. Ini menunjukkan tingkat komitmen yang patut diacungi jempol,” jelas Narotama penuh bangga.

Dengan adanya 23 biopori jumbo yang tersebar di wilayah tersebut, baik di area permukiman maupun di kantor kelurahan, komitmen terhadap pengelolaan lingkungan menjadi semakin nyata. Ini menjadi simbol bahwa upaya mandiri tersebut dilakukan bersama dalam semangat kebersamaan.

Narotama juga menambahkan bahwa rencana panen serentak biopori jumbo ditargetkan berlangsung tahun depan untuk menunjukkan hasil nyata dari upaya pengolahan sampah berbasis lingkungan. Ini diharapkan tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Rencana Pembangunan TPST Berbasis Kelurahan di Gedongkiwo

Puncak dari upaya mandiri ini adalah rencana pembangunan TPST berbasis kelurahan yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2026. Dalam rencana ini, warga diharapkan mampu mengolah sebagian besar sampah organik dan anorganik secara mandiri di tingkat kelurahan.

“Saat TPST sudah beroperasi, warga tidak perlu lagi membawa sampah ke depo. Dengan begitu, pengolahan akan lebih dekat, efisien, serta mampu menekan volume sampah secara signifikan,” ujar Narotama menjelaskan manfaat dari TPST yang akan dibangun.

Dia menekankan bahwa inisiatif ini sangat strategis dan sejalan dengan rencana pemerintah daerah terkait penutupan TPST Piyungan. Ini mengindikasikan bahwa Gedongkiwo siap untuk menjadi contoh kemandirian dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal.

Dengan adanya TPST mandiri ini, Kelurahan Gedongkiwo tidak hanya mengurangi ketergantungan pada fasilitas regional, tetapi juga menunjukkan ketahanan lingkungan yang tinggi. Upaya ini merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks.

Keseluruhan langkah ini memperlihatkan bahwa komunitas dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah dan lingkungan. Melalui pendidikan, pemilahan yang disiplin, dan proyek berbasis masyarakat, Gedongkiwo tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, namun juga menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal yang sama.

Kedisiplinan dan Kemandirian Warga dalam Pengelolaan Sampah

Kedisiplinan masyarakat Gedongkiwo dalam mengelola sampah menunjukkan betapa pentingnya kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan. Pengelolaan sampah yang baik tidak bisa lepas dari peran serta aktif seluruh lapisan masyarakat.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan harus ditanamkan sejak dini, sehingga generasi mendatang bisa melanjutkan perjuangan dalam menjaga kebersihan. Dengan upaya terpadu, tidak hanya sampah yang terkelola, tetapi kesehatan publik dan kondisi lingkungan juga akan terjaga.

Warga Gedongkiwo dapat menjadi pelopor dalam gerakan ini. Inisiatif dan langkah-langkah yang diambil akan menjadi contoh bagi daerah lain yang mungkin menghadapi permasalahan serupa. Dalam hal ini, edukasi dan penegakan disiplin menjadi kunci sukses keberlanjutan program pengolahan sampah.

Di tengah tantangan yang ada, komunitas di Gedongkiwo menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja sama, mereka dapat mengubah masalah menjadi solusi. Komitmen seperti ini harus terus didorong agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi akan datang.

Dengan terus menerus meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya pengolahan sampah, kita semua dapat berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Gedongkiwo yang mandiri dalam pengelolaan sampah adalah contoh nyata bahwa tindakan kecil bisa menciptakan dampak besar.

Previous Post

Sorotan Nusron Wahid terhadap Ketahanan Pangan Nasional dan Reforma Agraria di Bali

Next Post

Pendekatan Kultural dalam Mengatasi Tantangan Pembangunan Papua dari Gus Dur ke Prabowo

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Baliraya
  • Iptek
  • Nasional
  • Otomotif
  • Regional
Rekamfakta.id

© 2025 rekamfakta.id – Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Baliraya
  • Iptek
  • Otomotif

© 2025 rekamfakta.id – Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In