www.rekamfakta.id – Sleman – Arus perjalanan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 diperkirakan akan mengalami lonjakan yang signifikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman telah mempersiapkan langkah antisipasi karena kenaikan mobilitas masyarakat diprediksi mencapai 6 persen, jauh melebihi proyeksi nasional yang hanya 2,7 persen, akibat tingginya minat masyarakat untuk berwisata dan mudik.
Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut didorong oleh libur panjang dan meningkatnya keinginan masyarakat untuk bepergian. Menurut data yang ada, moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi dengan persentase 42,7 persen, diikuti oleh sepeda motor yang mencapai 18,41 persen.
Dalam menghadapi masifnya pergerakan masyarakat, Dishub Sleman memprioritaskan kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Salah satu fokus utama dari persiapan ini adalah pengawasan ketat terhadap kendaraan angkutan umum dan pariwisata, mengingat tingginya angka kunjungan wisatawan.
“Sekitar 45,67 persen masyarakat yang bepergian dikarenakan untuk berwisata, sehingga pemeriksaan dan uji kelayakan kendaraan menjadi hal yang sangat krusial,” ungkap Heri dalam jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Hal ini menunjukkan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan, terutama pada saat-saat sibuk seperti liburan.
Dishub Sleman kini mengintensifkan program ram check dan uji kelayakan harian, yang ditargetkan untuk melayani hingga 70-90 kendaraan setiap harinya. Khusus untuk rombongan wisata sekolah, ada sekitar 220 sekolah yang menggunakan bus pariwisata, melibatkan tidak kurang dari 600 kendaraan yang harus lolos uji kelayakan demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak.
Persiapan Dishub untuk Menjaga Kelancaran Lalu Lintas
Dalam menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama Nataru, Dishub Sleman telah melakukan persiapan sejak bulan November. Persiapan tersebut mencakup survei jalur alternatif, pemetaan rambu-rambu lalu lintas, serta peninjauan titik-titik rawan kecelakaan yang sering terjadi. Semua upaya ini bertujuan untuk meminimalisir risiko dan memastikan kelancaran arus kendaraan saat liburan.
Selama puncak periode Nataru, Dishub akan memperketat pengaturan lalu lintas di berbagai titik krusial. Lingkup pengawasan ini mencakup persimpangan yang padat, area gereja, pusat perbelanjaan, serta destinasi wisata populer yang biasanya dipadati pengunjung. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan dan insiden lainnya.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Dishub Sleman juga telah menyiapkan posko terpadu yang bekerja sama dengan Polresta Sleman di beberapa lokasi strategis seperti Tempel dan Prambanan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan respon yang cepat dan efektif terhadap situasi yang mungkin muncul selama periode libur.
Delapan titik Area Traffic Control System (ATCS) juga akan dioperasikan secara penuh guna memantau dan mengendalikan arus kendaraan secara real-time. Ini adalah langkah proaktif untuk mengelola dan mengatur volume kendaraan agar lalu lintas tetap lancar dan aman.
Program Pemeriksaan Kendaraan Angkutan Umum dan Pariwisata
Dishub Sleman sangat serius dalam menjalankan program pemeriksaan kendaraan angkutan umum dan pariwisata. Hal ini dianggap sebagai langkah kunci untuk menjamin keselamatan semua pengguna jalan, termasuk wisatawan yang datang dengan harapan tinggi akan pengalaman liburan yang menyenangkan. Dengan pemeriksaan ini, diupayakan agar semua kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang diperlukan.
“Kami mencatat bahwa dari hampir 900 kendaraan yang diperiksa, sebagian besar memenuhi syarat untuk beroperasi. Meskipun demikian, kami tetap mengedepankan keselamatan dan telah melarang beberapa kendaraan yang tidak layak,” tegas Heri Kuntadi. Ini menunjukkan komitmen Dishub dalam memastikan hanya kendaraan aman yang beroperasi selama periode sibuk ini.
Khusus untuk kendaraan wisata, jumlah yang digunakan oleh rombongan sekolah itu pun sangat signifikan. Dengan angka 600 kendaraan yang digunakan, pemeriksaan menjadi semakin penting. Keterlibatan banyak pihak dalam pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para peserta didik yang melakukan perjalanan.
Selain itu, Dishub juga melakukan pengecekan terhadap jenis kendaraan wisata lainnya, seperti jeep yang beroperasi di kawasan Kaliurang. Melalui langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan menjamin keselamatan pengunjung saat menikmati keindahan alam DIY.
Fokus Utama: Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jalan
Tantangan yang dihadapi Dishub Sleman selama Nataru tidak main-main. Dengan persiapan yang matang, mereka berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di seluruh wilayah DIY. Fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang aman bagi semua masyarakat, terlebih saat dalam pergerakan massal.
“Kami ingin memastikan kelancaran dan keselamatan tetap terjaga agar aktivitas masyarakat Sleman berjalan baik selama libur Nataru,” ungkap Heri. Dengan adanya berbagai program dan posko pengawasan, masyarakat diharapkan dapat menjalani liburan dengan lebih tenang dan nyaman.
Menjaga aspek keselamatan bukan hanya menjadi tugas Dishub, tetapi juga melibatkan kesadaran dari masyarakat. Diharapkan semua pengguna jalan turut berpartisipasi dalam menciptakan situasi aman saat berkendara, seperti mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak menggunakan kendaraan dalam kondisi tidak layak. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus dijunjung tinggi.
Dengan berbagai persiapan serta kolaborasi antara instansi terkait, diharapkan libur Nataru di Sleman akan berlangsung dengan lancar tanpa insiden. Kesiapan dan kewaspadaan merupakan kunci untuk mewujudkan kenyamanan dalam perjalanan dan memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan bagi semua pihak.***


