• Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Senin, 22 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
Rekamfakta.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Baliraya
  • Iptek
  • Otomotif
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Baliraya
  • Iptek
  • Otomotif
No Result
View All Result
Rekamfakta.id
No Result
View All Result

Prof Made Suarta Pimpin APTISI Bali: Ancaman Punah Kampus Karena AI dan Robotisasi

Prof Made Suarta Pimpin APTISI Bali: Ancaman Punah Kampus Karena AI dan Robotisasi

BacaJuga

Peluncuran Galaxy Tab S10 Lite, Tablet Terjangkau dengan Fitur Produktivitas dan AI

Peluncuran Galaxy Tab S10 Lite, Tablet Terjangkau dengan Fitur Produktivitas dan AI

Inspirasi Infrastruktur Masa Depan: Dominasi Kompetisi Jembatan-Bangunan Nasional 2025

Inspirasi Infrastruktur Masa Depan: Dominasi Kompetisi Jembatan-Bangunan Nasional 2025

www.rekamfakta.id – Denpasar – Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Bali baru saja berlangsung dan menghasilkan keputusan penting. Prof. Dr. Made Suarta terpilih secara aklamasi sebagai Ketua untuk periode 2025-2029 yang diharapkan dapat membawa langkah baru bagi asosiasi ini.

Pemilihan tersebut dilakukan dengan cara yang sangat lancar dan tanpa adanya gejolak. Ketua Umum APTISI Pusat, Budi Djatmiko, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Musprov ini, menandakan adanya kematangan dalam organisasi.

“Alhamdulillah, aklamasi dalam waktu singkat ini menjadi pembelajaran penting di APTISI, menunjukkan kedewasaan organisasi,” kata Budi Djatmiko dalam pembukaan acara yang diadakan pada 22 Oktober 2025 di Denpasar.

Tantangan Besar di Era Digital untuk Perguruan Tinggi Swasta

Tetapi, di balik kesuksesan pemilihan ini, tantangan yang besar dan mendesak untuk kampus swasta di Indonesia, khususnya Bali, sangatlah nyata. Kecepatan disrupsi teknologi menjadikan isu ini sebagai perhatian utama di kalangan pimpinan dan pengelola pendidikan.

Budi Djatmiko juga secara tegas menyoroti permasalahan krusial mengenai robotisasi dan kecerdasan buatan (AI), yang kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kemajuan teknologi. Ini termasuk pula teknologi implan memori yang sudah dikembangkan oleh berbagai pihak di dunia.

“Mau ahli apa tinggal pasang implan. Ini adalah pesaing serius bagi kampus-kampus. Kemajuan akan datang dengan sangat cepat,” tegasnya, yang menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan tersebut.

Dampak AI pada Metode Pembelajaran di Era Modern

Pergeseran fenomena ini sudah mulai terasa di lingkungan akademik, dengan mahasiswa generasi Z yang lebih akrab menggunakan teknologi AI untuk menyelesaikan tugas mereka. Sebaliknya, masih banyak dosen yang tidak sepenuhnya mengikuti perkembangan ini, sehingga menciptakan jurang pemisah yang cukup besar.

Kecanggihan AI yang mampu mengolah data besar dan menjadikan informasi layaknya perpustakaan yang berisi ribuan buku secara instan, dapat menggantikan praktik pembelajaran konvensional. Dalam jangka panjang, ini akan mengubah pola interaksi antara mahasiswa dan pengajar di berbagai institusi pendidikan.

Lebih jauh, Budi Djatmiko memprediksi bahwa kampus berbasis fisik, yang biasa disebut sebagai “kampus tembok,” akan beralih menjadi kampus berbasis cloud. Ini

merupakan isu kritis yang perlu diantisipasi agar pendidikan tetap relevan dengan tuntutan zaman.

Perubahan Paradigma dalam Pendidikan Tinggi di Indonesia

Pemindahan transfer pengetahuan tidak lagi harus bergantung pada tatap muka, yang sering kali menjadi kendala bagi mahasiswa yang memiliki rentang perhatian yang terbatas. Generasi Z dikenal hanya mampu berkonsentrasi selama 3-5 menit, sehingga memaksa institusi untuk mempertimbangkan methodik yang lebih efektif dan efisien.

Apabila kampus terus mengandalkan gedung fisik sebagai sumber utama pembelajaran, mereka tidak akan mampu bersaing, mirip dengan bagaimana PT Pos ditinggalkan masyarakat setelah munculnya email dan SMS. Kemajuan teknologi yang terus berkembang menggerus relevansi tradisional dalam pendidikan.

“Yang harus segera diperbaiki adalah peraturan-peraturan di Dikti dan kementerian agar sesuai dengan kebutuhan zaman, di mana e-book dan pembelajaran tanpa pertemuan fisik menjadi sebuah keniscayaan,” ungkap Budi Djatmiko dalam voicing aspirasi yang sangat diperlukan.

Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi di Lingkungan Pendidikan

Kepada kepengurusan APTISI Bali yang baru, Budi Djatmiko memberikan pesan penting untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan individual. Mereka diharapkan mampu menyatukan dan mendorong anggota yang mungkin tertinggal dalam perkembangan teknologi pendidikan.

APTISI sebagai organisasi juga perlu terus belajar dan beradaptasi agar anggotanya dapat berkembang bersama dalam menghadapi gelombang revolusi pendidikan ini. Jalinan kerja sama antarpihak di dunia pendidikan akan menjadi salah satu kunci keberhasilan ke depan.

Dewasa ini, sudah saatnya bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk menyikapi tantangan ini dengan bijaksana. Memanfaatkan potensi teknologi dan memikirkan kembali cara pendidikan sudah menjadi keharusan untuk mempersiapkan generasi yang adaptif dan siap menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Previous Post

Gebrakan Seru Komunitas Honda Bali: Astra Motor Guncang Singaraja Lewat BeAT dan Battle

Next Post

Seni dan Agama Jadi Prioritas, Gubernur Koster Buka Utsawa Dharma Gita di Denpasar

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Baliraya
  • Iptek
  • Nasional
  • Otomotif
  • Regional
Rekamfakta.id

© 2025 rekamfakta.id – Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Baliraya
  • Iptek
  • Otomotif

© 2025 rekamfakta.id – Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In