www.rekamfakta.id – Wakil Sekretaris Jenderal dari Dewan Pengurus Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia, Muhammad Arwani Deni, menilai sektor pertahanan kini menjadi salah satu bidang yang paling menonjol dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Arwani, kebijakan pertahanan nasional telah berkembang menjadi lebih terarah dan modern, serta mampu mencakup semangat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang sangat penting untuk keamanan bangsa.
Arwani menyampaikan keyakinannya bahwa Prabowo berhasil membangun postur pertahanan yang tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama di masyarakat. Ia berpendapat bahwa pendekatan ini sejalan dengan semangat Sishankamrata, menjadikan setiap warga negara bagian integral dari kekuatan nasional.
Pemerintah saat ini dianggap tidak hanya fokus pada pembaruan alat utama sistem senjata, tetapi juga menyusun sistem pertahanan yang holistik. Approach seperti ini, menurut Arwani, sangat penting dalam menghadapi tantangan keamanan global dan domestik yang semakin kompleks.
Stabilitas politik dan ekonomi yang relatif terjaga selama setahun pemerintahan Prabowo merupakan indikasi konkret bahwa peran pertahanan negara adalah sangat vital. Sinergi yang baik antara tentara, polisi, dan intelijen dianggap berhasil menciptakan situasi yang kondusif untuk pembangunan yang aman dan produktif.
Pertahanan yang solid, menurut Arwani, menjadi jaminan bagi stabilitas politik dan ekonomi. Ketika aspek keamanan bersinergi dengan baik, masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya dengan tenang, sehingga proses pembangunan dapat berlangsung tanpa halangan.
Inovasi Penting dalam Kebijakan Pertahanan Nasional
Arwani mengapresiasi pembentukan Dewan Pertahanan Nasional yang dianggapnya sebagai langkah inovatif dalam menata kebijakan pertahanan lintas lembaga. Ia melihat Dewan ini sebagai simbol keseriusan dalam membangun arsitektur pertahanan nasional yang terencana dan terpadu.
Namun, Arwani berharap agar keterlibatan masyarakat sipil dalam Dewan Pertahanan Nasional perlu diperkuat. Hal ini penting agar kebijakan pertahanan bukan hanya bersifat militeristik, tetapi juga mencerminkan kekuatan sosial dan kultural bangsa.
Dalam konteks ini, Arwani menggarisbawahi pentingnya melibatkan elemen-elemen sipil untuk memperkuat konsep pertahanan semesta yang inklusif. Keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya sekedar simbolis, tetapi memberikan dampak yang nyata bagi kebijakan pertahanan.
Langkah pemerintah dalam membentuk 100 Batalyon Teritorial Pembangunan dan 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan merupakan inovasi yang patut dicontoh. Ini menghubungkan fungsi pertahanan dengan agenda pembangunan di daerah, menciptakan sinergi antara kedua bidang yang sering dianggap terpisah.
Arwani menganggap bahwa ini merupakan terobosan yang luar biasa, di mana prajurit tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga ikut serta dalam pembangunan di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar. Dengan demikian, sektor pertahanan bisa memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Meningkatkan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
Modernisasi alat utama sistem senjata dan penguatan industri pertahanan nasional melalui kerjasama teknologi luar negeri dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian negara. Kemandirian dalam industri pertahanan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk memastikan keamanan dan stabilitas nasional di masa depan.
Arwani menegaskan bahwa transfer teknologi yang dilakukan pemerintah merupakan investasi jangka panjang. Ini sekaligus menjadi upaya untuk membangun kapasitas lokal di bidang pertahanan sekaligus memperkuat fondasi keamanan nasional.
Pemerintah juga menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit, yang menjadi pilar penting dalam pertahanan nasional. Arwani menekankan bahwa hari ini, perhatian kepada kesejahteraan prajurit dan penguatan sistem pertahanan siber merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pertahanan modern saat ini membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan senjata. Diperlukan pula perlindungan data dan kemandirian teknologi, serta kesadaran bela negara yang merata di semua lapisan masyarakat untuk membangun sistem pertahanan yang efektif dan adaptif.
IARMI siap bersinergi dengan kementerian terkait untuk memperkuat pendidikan bela negara dan karakter kebangsaan di antara generasi muda. Arwani menatakan bahwa semangat pertahanan semesta harus diterapkan agar Indonesia tetap kuat, mandiri, dan dihormati di peta global.
Sinergi Nasional dalam Membangun Pertahanan yang Tangguh
Pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat sipil dalam menciptakan pertahanan yang tangguh tidak bisa dipandang sebelah mata. Arwani menyatakan bahwa hanya dengan kerjasama yang baik, setiap elemen bangsa dapat berkontribusi secara maksimal dalam upaya menjaga keamanan nasional.
Oleh karena itu, semua pihak perlu memiliki kesadaran bersama dalam mendukung kebijakan pertahanan yang telah dirumuskan. Sinergi ini juga menciptakan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan dan dukungan terhadap kebijakan strategis yang ada.
Arwani menekankan pentingnya penguatan komunikasi antar lembaga dalam menjalankan misi pertahanan. Ketika berbagai instansi saling berhubungan, maka keefektifan dalam implementasi kebijakan akan semakin meningkat.
Dalam mengintegrasikan kebijakan pertahanan dengan pembangunan sosial dan ekonomi, perlu adanya pemahaman yang mendalam tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat. Strategi pertahanan yang berpihak pada masyarakat akan menciptakan ikatan yang kuat antara pemerintah dan rakyat.
Di akhir, Arwani mengajak semua komponen bangsa untuk bersatu dalam memperkuat pertahanan negara. Dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama, Indonesia bisa menjadikan pertahanan nasional sebagai pilar utama dalam mencapai masa depan yang lebih baik dan lebih aman.


