www.rekamfakta.id – Insiden keributan antara dua penyedia layanan transportasi darat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah mengguncang suasana. Kejadian ini terjadi pada malam hari, mengakibatkan seorang petugas keamanan bandara menjadi korban pemukulan dalam situasi yang semakin memanas.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan bahwa kericuhan ini berawal dari ketegangan antara kedua pihak. Saat suasana semakin tidak terkendali, berbagai pihak, termasuk keamanan bandara dan aparat kepolisian, berupaya untuk meredakan ketegangan tersebut.
Dalam upaya menjaga agar situasi tidak semakin parah, tim gabungan dari PT Angkasa Pura Indonesia, Polres Kawasan Bandara, TNI AU, serta Airport Security segera turun tangan. Ahmad menjelaskan bahwa meskipun ada usaha persuasif untuk menenangkan massa, ia mengatakan bahwa upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Proses Penanganan Insiden di Bandara
Setelah terjadinya keributan, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan bahwa video yang beredar luas di masyarakat merupakan rekaman potongan akhir dari insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan yang terlihat dalam video tersebut sebenarnya adalah langkah-langkah pertahanan diri dari petugas keamanan untuk mengatasi situasi yang semakin tidak terkendali.
Pihak Angkasa Pura telah melaporkan insiden ini kepada kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti. Proses mediasi yang melibatkan tim Bantuan Kendali Operasi (BKO) pun dilaksanakan untuk mengembalikan situasi di bandara agar kondusif sebelum fajar menyingsing.
Ahmad menambahkan bahwa situasi bandara telah berhasil dikendalikan pada pukul 03.00 WITA. Dalam hal ini, pihaknya memastikan bahwa semua operasi penerbangan dan pelayanan penumpang tetap berjalan tanpa gangguan, meski terjadi insiden tersebut.
Komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam Menjaga Keamanan
Melalui pernyataan resminya, Ahmad Syaugi Shahab menegaskan komitmen PT Angkasa Pura Indonesia untuk menjaga keamanan dan ketertiban di area bandara. Ia menolak segala bentuk tindakan yang dapat mengancam keselamatan serta keamanan operasional, sehingga penumpang merasa lebih nyaman saat berada di bandara.
Ia berharap pihak-pihak yang terlibat dalam keributan ini dapat segera menemukan solusi yang menguntungkan bagi semua. Resolusi damai dianggap sebagai langkah penting untuk menghindari terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Di samping itu, PT Angkasa Pura Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan semua mitra transportasi darat di lokasi bandara. Hal tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya konflik yang dapat merugikan pihak-pihak lainnya.
Pentingnya Keamanan dan Ketenangan di Bandara
Keamanan bandara menjadi salah satu prioritas utama bagi semua pengelola bandara, termasuk pihak Angkasa Pura Indonesia. Menghadapi berbagai tantangan, mereka terus berupaya meningkatkan sistem keamanan, sehingga potensi konflik dapat diminimalisasi.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejadian serupa dapat berpotensi merusak reputasi bandara yang selalu berusaha menghadirkan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, pengelola bandara terus memperbaiki mekanisme pengendalian untuk mencegah terjadinya insiden yang sama di kemudian hari.
Sebagai pusat transportasi yang penting, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki banyak pengunjung dari berbagai daerah. Sebagai lembaga publik, menjaga ketenangan dan keamanan sangat krusial untuk memberikan kenyamanan yang maksimal kepada para penumpang.